Bahaya Krim Tabita Palsu & Asli WASPADALAH!!!

Apakah krim Tabita berbahaya atau tidak? Salah satu jurus ngeles seller untuk menanggapi orang yang kena efek bahaya krim Tabita adalah menganggap orang itu mengguakan krim Tabita palsu. Tapi, apakah krim tabita yang asli juga aman digunakan? Sedangkan yang asli dan yang palsu sama-sama nggak jelas bahan-bahannya. Lha krim Tabita asli juga diragukan keamanannya, apalagi yang palsu?

Anggapan krim Tabita berbahaya itu bukan cuma klaim, tapi sudah dibuktikan, bahkan yang membuktikan adalah BPOM. Sedangkan seller yang mengklaim aman, buktinya mana? Apa buktinya kalau krim Tabita aman, sedangkan bahan-bahannya aja nggak jelas.

Jangan-jangan penjual Tabita juga nggak tau kosmetik Tabita dibuat dari apa. Kalau yang merasa seller dan tau bahan-bahannya, tulis di komentar ya. Masa jualan krim, tapi pembelinya nggak dikasih tau komposisi krimnya, kan kasihan. Ya kalau krim palsu isinya tepung sama mentega, kalau isinya bahan berbahaya gimana?

Kalaupun ada Tabita palsu yang bahannya tepung sama mentega, ini contoh saja lho ya, jangan ditemplokin ke muka, tentu lebih aman, ketimbang krim mengandung merkuri. Tapi, emangnya siapa mau beli krim yang isinya cuma campuran tepung sama mentega :D.

Bahaya krim Tabita jelas pada merkurinya. Produk ini positif mengandung merkuri. Untuk bahaya kosmetik bermerkuri sudah pernah saya bahas di http://www.tmkosmetik.com/bahaya-kosmetik-mengandung-merkuri-timbal/. Bahayanya diantaranya adalah menyebabkan cacat pada janin, kanker, bintik-bintik hitam di kulit, alergi, dan iritasi.

Krim bermerkuri dapat membuat lapisan kulit terkelupas, bukan cuma sel kulit mati saja, tapi yang normal juga terkelupas. Merkuri nggak bisa bedain ya mana yang kulit normal, mana kulit mati. Merkuri itu kan bukan obat, tapi logam berat, tidak bekerja secara spesifik. Efeknya kulit pun jadi putih. Ini efek ya, bukan manfaat. Kulit jadi sensitif, kena sinar matahari bisa merasa terbakar, bahkan bisa merah kayak kepiting rebus.

Dalam jangka pendek kulit memang putih. Tapi, untuk jangka panjangnya, bisa timbul warna hitm pada kulit. Nggaak tanggung-tanggung, bukan sawo matang, atau coklat lagi, tapi hitam. Merkuri bisa menumpuk dalam tubuh dan menyebabkan gangguan kesehatan pada tubuh.

Sebenarnya banyak yang merasakan efek samping dari pemakaian krim Tabita ini. Tapi, yang namanya jualan, yang ditampilin testimoni yang baik-baik dong. Masa iya, ada orang yang menceritakan dampak negatif penggunaan krim Tabita malah dijadiin testimoni, yang ada calon pembeli malah kabur duluan :D.

Ah, itu yang syrik kali, yang iri sama kepopuleran krim Tabita yang laris manis. Nggak kok, itu beneran ada. Di forum Female Daily bahkan sudah ada thread tersendiri tentang Tabita Skin Care. Forum tersebut menurut saya cukup netral. Bahkan para anggotanya pun tak diperbolehkan untuk promosi. Jadi, di thread tersebut benar-benar murni diskuis tentang Tabita.

Thread tentang Tabita Skin Care di forum Female Daily bisa dibuka di http://forum.femaledaily.com/showthread.php?1335-Tabita-Skin-Care/. Tritnya dari tahun 2008. Itu berarti dari 2008, produk Tabita sudah beredar. Bayangkan sudah berapa korban krim gaje ini?


Salah seorang member forum Female Daily (username: akkjti) menceritakan tentang pengalamannya menggunakan krim Tabita, sebut saja Mawar.

Si Mawar ini nekat pake Tabita karena waktu itu sedang rame diperbincangkan. Sebenarnya dia kulitnya sudah putih, tapi gampang jerawatan. Dia pake itu krim untuk menghilangkan jerawat. Dia beli itu krim, hargana 700 ribuan. Setelah pemakaian, muka jadi kenceng putih, dan nge-pink.

Tapi, setelah 2 minggu pemakaian, wajah Si Mawar mulai muncul jerawat. Ia biarkan saja karena mengira itu proses detoks. Tapi, eh lama-lama jerawatnya semakin banyak. Dan jenis jerawatnya jerawat batu. Tetapi ibu sama kakaknya yang wajahnya jadi bagus semenjak menggunakan Tabita menganggap kalau Si Mawar ini mungkin salah prosedur. Jadi, dia masih menggunakan Tabita hingga 4-5 bulan.

Karena nggak tahan, wajah suga semakin parah, muncul jerawat berukuran besar, ia berhenti menggunakan Tabita.

Tapi, setelah berhenti menggunakan Tabita, wajah Si Mawar jadi menghitam, kucel, dan semakin sensitif. Ia berkesimpulan kalau krim Tabita mengandung merkuri.


Kalau krim Tabita berbahaya, kenapa masih banyak yang pakai? Kemungkinan karena ingin hasil instan, nggak peduli sehat atau nggak, yang penting kan putih. Namanya kan krim pemutih, kalau asal putih kan yang penting putih. Atau bisa juga karena belum tahu bahaya merkuri. Atau bisa juga karena tergoda dengan testimoni-testimoni krim tersebut.

 

Incoming search terms:

  • bahaya cream tabita
  • krim tabita bahaya
  • tabita bahaya
Bahaya Krim Tabita Palsu & Asli WASPADALAH!!! | Admin | 4.5